Catatan Subuh 27 Maret 2017

2:22 AM, 27 Maret 2017,

Saya terjaga.

Saya terjaga karena beberapa jam yang lalu saya menemukan sebuah pola/pesan antara kothbah pendeta di ibadah minggu 26 Maret 2017 dengan film Arrival yang baru saya tonton beberapa jam yang lalu, and it frightens me.

Pareidolia!    John 9:2-3  x  Louise Bank’s life circle

Ya mungkin ini sebuah pesan untuk saya, atau mungkin saya cuma paranoid saja.

[postingan ini akan dikembangkan lebih lanjut]

Amazing Hanami

 

*Tulisan ini diposting dalam rangka mengikuti Blogger Competition “Amazing Sakura” yang diselenggarakan oleh HIS travel Indonesia*

sakura_cherry_blossom-wallpaper-480x640.jpg

“Kau tahu, menurutku bunga yang paling romantis itu bunga sakura”

Itu ucapan yang dia katakan ketika di hari valentine tahun lalu. Menurutnya tradisi memberikan bunga mawar di hari valentine itu adalah sesuatu yang sadis dan tidak berkepri-tanaman-an.

“coba bayangkan, bunga itu sejatinya alat reproduksi tanaman kan? Dengan memotongnya dan memberikannya kepada kekasih hati sebagai pertanda kasih sayang, apa kurang sadis bagaimana? Bayangkan kalau si tanaman mawar punya kesadaran dan melihat alat reproduksinya dimutilasi, bagaimana coba perasaannya?”

Oleh karena alasan tersebut, daripada merayakan hari Valentine sebetulnya dia lebih suka merayakan festival Hanami, baginya aktivitas piknik berdua di bawah pohon sakura sambal menyaksikan bunga sakura bermekaran sebagai penanda dimulainya musim semi adalah jauh lebih indah dan lebih romantis dari menerima bunga mawar dan cokelat.

Ujarnya, “selain romantis, Sakura juga melambangkan keindahan kehidupan dan mortalitas, konon para pilot kamikaze jepang pada masa perang dunia II melukiskan simbol sakura di pesawat tempur mereka.Bagiku tidak ada bunga yang lebih romantik dan lebih patriotik dari bunga Sakura.

5692697040_3caf45ceff_b

Well… saya bukan penggemar tanaman baik itu mawar ataupun Sakura, tapi saya menyukai adegan-adegan di manga, anime dan J-dorama ketika bunga sakura mekar sambil diiringi lonceng sekolah yang berdering lalu siswa-siswi dengan ceria berjalan masuk sekolah. Rasanya ingin menjadi muda kembali dan bersekolah di Jepang.

“Apakah kau ingin mengetahui How Amazing Japan is? Sederhana saja cobalah liburan ke Jepang dan merayakan festival Hanami, di dalamnya tercermin keindahan budaya dan alam Jepang. Kau harus mencoba sekali saja Wisata ke Jepang”- ucapnya.

Itulah kata-kata terakhirnya sebelum kami berpisah, dan saya sadar bahwa ada maksud di balik ucapannya itu. Ada sebuah undangan tersirat untuk merayakan festival bunga Sakura di Jepang bersamanya. Ya saya ingin liburan ke Jepang demi duduk berdua dengannya di bawah pohon sakura.

Berwisata merayakan festival Hanami bersama seseorang yang istimewa adalah sesuatu yang terlalu manis untuk tidak diwujudkan. Namun seperti kata pepatah ‘menyelam sambil minum air, sekali dayung dua pulau terlampaui’ motivasi sampingan saya selain menikmati indahnya bunga Sakura adalah untuk datang ke objek-objek wisata di bawah ini:

photo

  • Gundam Front Tokyo museum di Odaiba, kenapa perlu datang kesini? ya karena ada Replika Strike Freedom Gundam dengan skala 1:1, saya ulangi ya Replika Strike Freedom Gundam dengan skala 1:1. Mana ada toko hobi model kit, yang memajang trike Freedom Gundam dengan skala 1:1? ya cuma di sini tempatnya.

91df4d0d1ae2e2474da6c54b5c5d38a8

  • Museum Ghibli, karena siapapun tidak bisa memungkiri bahwa Hayao Miyazaki layak disebut Walt Disney-nya Jepang, dan karena sementara ini Hayao Miyazaki Sensei sedang pensiun, tempat mana lagi yang lebih tepat untuk menapak-tilas karya-karyanya.

3016_01

  • Tokyo Disneyland, ngomong-ngomong Walt Disney, di Jepang ada Tokyo Disneyland. Sudah buka dari tahun 1983, Tokyo Disneyland merupakan theme park dengan pendapatan tertinggi di Jepang. Ini menunjukan wahana-wahana di Tokyo Disneyland menarik luar biasa, buktinya dia tetap laris manis walau sudah lumayan lama beroperasi.
  • Gerbang Rashomon!!!! Penggemar Akira Kurosawa hukumnya wajib berziarah kesini, meskipun gerbang Rashomon sudah tidak seangker gambar di kiri atas, sekarang tampilannya cukup bersahaja sepeti gambar di kanan atas.

300px-osaka_castle_nishinomaru_garden_april_2005

  • Osaka Castle, katanya ini spot terenak buat menikmati festival Hanami. Dengan pemandangan Osaka Castle, saya dapat mengkhayal rasanya hidup di era shogun-shogun sambil menikmati keindahan bunga sakura.
  • Background di anime-anime buatan Makoto Shinkai. Saya sungguh kepingin datang ke tempat-tempat yang dipilih jadi background anime oleh Makoto Shinkai sambil mencocokan foto di dunia nyata dan di anime-nya, karena kalu versi anime-nya saja sudah tenang dan damai apalagi suasana aslinya

sagamihara-fireworks-75

  • Menikmati jajanan tradisional Jepang di malam hari. Okonomiyaki, Nikuman, Bento, Onsen tamago, Taiyaki, Ramen, Takoyaki, Yakisoba, Oden, dan lainnya, saya mau semua.asian2bkung-fu2bgeneration_7
  • Menonton konser Asian Kung-Fu Generation, apabila mereka kebetulan sedang konser, dan saya kebetulan ditakdirkan untuk menonton konsernya.♪ ♫”keshite RIRAITO shite … kudaranai chou gensou … wasurarenu sonzai kan o … kishikaisei … RIRAITO shite …”♪ ♫

Ahh.. begitu banyak objek wisata yang amazing di Jepang, akan tetapi karena saya tidak begitu berpengalaman dalam mengatur travel dan transportasi pulang-pergi dan keliling Jepang, maka penting bagi saya untuk mendapatkan biro travel yang terpercaya untuk mengatur segalanya.

Setelah melakukan riset mendalam, saya yakin bahwa H.I.S travel Indonesia dapat membantu saya mewujudukan liburan impian ke Jepang karena memiliki 5 keunggulan yaitu:

  1. Kenyamanan Servis, H.I.S akan bertanggung jawab mendukung kebutuhan perjalanan mulai pada saat reservasi hingga kembali ke rumah.
  2. Keamanan didukung oleh Global Network, H.I.S. memiliki sistem terbaik berupa jaringan global yang akan mendukung perjalanan saya mulai dari reservasi hingga kembali ke Indonesia
  3. Harga Terbaik langsung dari cabang luar negeri, cabang H.I.S. di luar negeri menawarkan harga terbaik untuk hotel dimanapun dan kapanpun.
  4. Unggul dalam Individual Tour, HIS meng-cover semuanya mulai dari tiket pesawat, hotel, optional tour, kereta api, penyewaan mobil, bahkan pengurusan Visa yang prosedurnya dikenal melelahkan.
  5. Unggul untuk Perjalanan ke Jepang, H.I.S. punya 273 cabang di Jepang, sungguh jumlah yang sangat banyak. reservasi perjalanan ke Jepang di kantor cabang lain di luar negeri, atau dari penggunaan JR PASS hingga penerbangan domestik, semuanya bisa diatur H.I.Skebutuhan

 

 

 

Selain itu H.I.S berkerjasama dengan ANA (All Nipon Airways) menawarkan paket HAnavi yang sangat cocok bagi kamu  yang bukan cuma pengin liburan di Tokyo saja tapi kota lainnya yang ada di Jepang, terutama tempat-tempat yang sulit dijangkau. HAnavi juga memberikan kemudahan dalam mendapatkan penerbangan,kereta, atau akomodasi tanpa menghabiskan banyak waktu dan tentunya dengan Harga tiket yang tidak mahal.

hanavi-new

Jadi apa lagi yang ditunggu, kamu juga bisa ikut liburan ke Jepang secara Gratis karena kebetulan H.I.S lagi mengadakan blogger competition yang detail dan ketentuannya bisa dilihat dengan cara mengklik banner dibawah ini atau kunjungi  Facebook Page HIS Travel Indonesia. Sampai ketemu di festival Hanami di Jepang !!!

HIS Amazing Sakura - Blogger Competition

Diposting dari Microsoft Word 2013: sebuah tutorial cara mengoneksikan blog dengan Microsoft Word

ASTAZING (Astaga-Amazing)!!! Ternyata kita bisa posting langsung dari Microsoft Word ke Blog.

Suatu hari di kala aku sedang membuka Microsoft Word…. Dan memandang fitur share yang berada di bawah menu print

Ada opsi…. “post to blog” supporting blogging sites termasuk wordpress

Fitur share ini mengkoneksikan blog kita

*paragraf di atas akan lebih enak dibaca dengan nada dan tempo dari bait pertama lagu “Kemesraan”-nya Iwan Fals. Untuk Paragraf selanjutnya cukup dibaca secara biasa saja tidak perlu dinyanyikan.

Continue reading “Diposting dari Microsoft Word 2013: sebuah tutorial cara mengoneksikan blog dengan Microsoft Word”

Namanya Agustinus

Namanya Agustinus mungkin karena dia keluar di bulan Agustus

19 Agustus 2016

Kau tahu kata-kata bijak yang sering diucapkan sifu kung-fu di film-film kung-fu Hong Kong jadul yang di-dubbing dengan pengucapan bahasa Inggris yang lebay? Sifu tersebut kadang mengucapkan “expect the unexpected” sambil mengelus jenggot putih panjang mereka. I beg to differ, how can one expect the unexpected? how can one guard oneself against the unknowable or the unimaginable? Keguguran memang bukan sesuatu yang unexpected atau unimaginable, kehamilan biasanya berakhir dengan 2 kemungkinan yaitu kelahiran atau keguguran.

Jumat pagi itu adalah jumat pagi yang indah, Lorong Rumah Sakit St. Carolus, mengingatkan saya pada masa-masa SMA, foto suster-suster pendiri Rumah Sakit membuat saya teringat akan meme Valak yang sudah tidak lucu lagi. Kami mendapat nomor antrian pertama.

So far so good.

Kemudian pak dokter memberitahukan bahwa bahkan setelah pemeriksaan transvaginal ultrasound, beliau tidak menemukan detak jantung dan ukuran si janin tidak berkembang dan lebih kecil dari ukuran seharusnya. Pak dokter juga menyampaikan penyesalannya karena harus memberitahukan kabar buruk ini.

Saya terus memandangi keran yang tidak tertutup rapat sehingga air terus mengalir di wastafel belakang kursi pak dokter. Kenapa pak dokter ini tidak mematikan keran? hmm.. ada yang tidak beres, saya seperti masuk ke dalam fase lucid dreaming ketika kau tahu kau sedang berada dalam alam mimpi. Lalu saya mengigit lidah saya. Anjing… sakit ternyata.

Kami menjadwalkan untuk kuret besok. Foto suster-suster pendiri Rumah Sakit masih membuat saya teringat akan meme Valak. RS St. Carolus mempunyai cukup banyak pokestop, tapi pokemonnya itu-itu saja, ratata dan pidgey. Emosi saya masih stabil, bahkan saya tidak menemukan sedikitpun perasaan sedih atau duka, mungkin saya perlu tes kejiwaan. Saya pandang Ellen, dia juga terlihat biasa saja. Ellen bilang dia tidak akan masuk kantor dan minta diantarkan pulang.

Kadang luka yang tidak sakit adalah luka yang cukup dalam, saking dalamnya luka tersebut sehingga reseptor rasa sakit di kulit menjadi rusak dan gagal melaporkan kerusakan ke otak. Si otak juga sedang mengalami shock atau lonjakan adrenalin sehingga rasa sakit menjadi tumpul. Umumnya rasa sakit akan terasa belakangan setelah keadaan sudah cukup tenang.

Di trotoar depan tempat tinggal kami, dia turun dari motor. Saya menawarkan untuk menemaninya. Matanya sudah mulai terlihat basah, sedangkan saya berpikir bagaimana caranya untuk bersikap simpatik. Ellen bilang saya lebih baik kerja saja. Oh mungkin Ellen butuh waktu untuk sendiri, saya mengerti, saya orang yang membutuhkan dan menikmati kesendirian.

Marit, seorang teman kantor yang cukup dekat menanyakan kabar check-up, saya menjawab “gak jadi” | “Gak jadi, ke dokternya? terus kok datang siang?” ujar Marit | “gak jadi, gak jadi hamilnya”. Ucapan turut berduka otomatis keluar, saya bersyukur Marit sudah mengenal sifat saya, sehingga dia tidak membuat pengumuman untuk orang-orang sekantor atau menggalakan acara pengumpulan koin sebagai bentuk empati. Dia menyimpan berita buruk ini untuk dirinya sendiri dan itu adalah hal yang baik.

Saya masih bisa tertawa bercanda ketika makan siang bersama teman-teman kantor, dan masih bisa produktif di sisa waktu kerja pada Jumat itu.

Sambil berkerja, saya googling tentang biaya kuret, kesalahan diagnosa dalam kasus keguguran, apakah mungkin seorang Ibu bisa keguguran tanpa pendarahan, apa itu toxoplasma, apa itu rubela, dan pertanyaan kunci: apakah metode transvaginal ultrasound adalah metode yang dijamin akurat? Jawabannya, iya transvaginal ultrasound adalah metode yang paling akurat dalam memeriksa kehamilan, karena alat sensor ultrasound yang berbentuk panjang itu dimasukan ke dalam tubuh sampai di depan mulut rahim. Kecil kemungkinannya untuk salah.

Sesampainya di rumah, Ellen langsung memeluk saya dan datang perasaan duka itu. It hits me hard, so hard that I’m having emotional meltdown. Cairan terus keluar dari mata dan hidung saya, lutut dan tangan saya gemetar. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Lalu kami tertidur sambil sesekali menangis sesenggukan, atau entah sebaliknya menangis sesenggukan sambil sesekali tertidur.

20 Agustus 2016

Esoknya semua berjalan sesuai agenda. Ellen menjalani proses kuret yang adalah suatu prosedur operasi mengeluarkan janin dari rahim, sehingga dalam menjalani proses itu Ellen dibius total. Setelah kuret selesai, dalam pengaruh obat bius, Ellen mengajak saya untuk makan es kacang merah. Saya teringat pada Esau yang menjual hak kesulungannya demi semangkok sup kacang merah, WTF Esau… itu cuma sup kacang merah lho, tidak ada yang spesial dari sup kacang merah, lain halnya kalau yang Yakub tawarkan itu Babi hutan panggang seperti yang tergambar dalam panel halaman pesta jamuan orang Galia di komik Asterix. Esau dan Asterix memang tidak relevan, saya tahu ini hanya tindakan otomatis dari otak saya yang sedang berupaya mengalihkan pikiran supaya saya tidak lumer dalam serangan duka dadakan.

Sambil melihat ke dalam toples kecil yang berisikan Janin yang tidak berbentuk, Ellen bilang dia minta maaf karena tidak bisa menjaga kandungannya. Saya menjawab gapapa, karena tindakan yang seharusnya dilakukan seorang suami adalah jangan menambah rasa bersalah kepada Istri yang keguguran. Setidaknya kondisi kami lebih baik daripada kondisi Orang Tua saya yang ketika Mama mengalami keguguran pada kehamilan pertamanya, respon yang dilakukan Papa adalah melangsungkan suatu pertengkaran dengan Mama, tapi ini berdasarkan cerita Mama, saya belum cek cerita dari sisi Papa. Untungnya sih mereka rujuk kembali.

21 Agustus 2016

Mertua datang menjenguk, dan karena Kami tinggal di rumah tak bertapak, Bapak dan Ibu Mertua membawa toples berisi Janin ke rumah mereka untuk dikubur di kebun.

28 Agustus 2016

Satu minggu sesudahnya lagi, saya dan Ellen berkunjung ke rumah Mertua. Mereka telah memberi nama untuk si Janin ketika dikuburkan. Ellen berujar “ah buat apa dikasih nama”, di satu sisi saya sependapat dengannya, memberikan sebuah nama hanyalah suatu tindakan Antropomorfisme kepada suatu Janin yang tidak  berbentuk apalagi mempunyai kesadaran individu. Akan tetapi di sisi lain, saya memandang pemberian nama tersebut kami butuhkan sebagai closure, sebagai suatu dialog penutup seperti quote Who Am I ? I Am Spider-Man” dalam saga kehidupan kami.

……….   

Namanya Agustinus mungkin karena dia keluar di bulan Agustus

   …….

   ……….

Ps: Ketika salah satu teman dekat saya meninggal, terapi yang saya lakukan untuk move on dari rasa duka adalah dengan main gitar dan menyanyikan lagu-lagu yang biasa kami mainkan, untuk mengkonfrontasi perasaan duka tersebut dan menaklukannya sampai saya tidak lagi sedih ketika memainkan lagu-lagu itu. Demikian juga postingan ini memiliki tujuan yang sama.

 

The upper-middle class

Note:
I should’ve posted this story on April, but by me being myself, I totally forgot that I happened to write this story. So here it goes:

The story that I am about to tell just happened a few minutes ago (or currently, few months ago – editor), and as I am writing this blog in my cellphone, I feel slightly angry.

My wife works in some non governmental organisation that helps marginalised children and teenagers, and today she’s responsible for an event in movie theatre. This event invites marginalised children to watch “Jungle Book” movie, also there is Jungle Book tee’s for the children.

I was playing the walking dead in my cellphone, when a couple of upper middle class and their children sitting next to me. How do I know they are a member of an upper middle class? Well from their shoes, cellphones & timepieces, also from their use of mixed Bahasa-English phrases.

At first, I was only annoyed by the loud and sharp voice of the upper middle class woman. You see, their children are crawling in the carpet and instead of taking care of children gently, SHE’S just started yelling “DON’T CRAWL ON THE CARPET ” while still sitting and not moving an inch, not noticing my annoyed face (although to be fair I have a consistent straight face all the time).

Secondly, the woman saw “Captain America: Civil War” poster and with the same loud-sharp voice, she asked her partner “How come Batman, Superman, Spider-Man do not join the civil war? They are part of the same thing right?”
For this point on, I believe that a Man is responsible for the education of his mate, particularly in the realm of superhero-comic movies or other boy-ish stuffs.

Third, this is what annoy me so much. The lady went to restroom for a while, and not for long she come back and complaining to her partner about these “uncivilised kids” changing clothes (Jungle Book tee’s) in the restroom making so much noise and making the restroom very crowded so that she can’t stand the sight, and decided to use another restroom elsewhere.

These “uncivilized kids” are the marginalized children that I mentioned before.

Man…  I kinda get emotional right there.   I used to be dirt poor, that my first experience watching movies in theater is when I’m in high school and it was on my friend treat. It might be that jungle book is the first movie these marginalized children will watch, somehow I see my self in the face of these children.

Luckily, before the upper middle class lady returns, her husband decides to take their children to snack counters. However these so-called upper middle class family forgot that their “educated” toddlers just littering, I count a balloon and some chocolate wrapper and their father didn’t seem to care.

I truly want to take that balloon and chocolate wrapper and throw it on their faces, but sadly one of the marginalized children has taken the balloon and her face look so happy playing with the balloon.

Here’s a simulation how contemporary society works. The upper middle-class shits and the marginalized are grateful to get free shits

And I remember why in my teenage and college years 15-10 years ago, I was so angry, resentful (and full of leftist thought). Growing old and having a steady job indeed making me more calm, collected and indifferent, but today I found that the anger is still there. It just need the right triggers.

But hey anyway the jungle book movie is great. I’d give it 4 stars out of 5.

Frau – Konser Tentang Rasa: sebuah ulasan

frau_gkj_square

Frau konser di Jakarta!!! Setelah ketinggalan konsernya di Bandung, akhirnya Januari kemarin saya berkesempatan/berkewajiban untuk  menonton Frau secara live, maklum semua album Frau saya peroleh secara gratis dan legal dari yesnowave.com sehingga saya merasa harus memberi apresiasi dan sumbangsih dengan cara menonton konser Tentang Rasa.

Gedung Kesenian Jakarta

Konser Tentang Rasa bertempat di Gedung Kesenian Jakarta/GKJ (bukan singkatan dari Gereja Kristen Jakarta), sebuah Gedung peninggalan masa kolonial yang dibangun tahun 1814 pada masa Gubernur Jenderal Stamford Raffles. Ini kedua kalinya saya masuk ke GKJ, dibandingkan tahun 2011, sekarang kondisi Interior GKJ sudah lebih baik, tidak tercium bau apek lagi. Sekilas info, GKJ ini memang dibangun untuk tujuan pementasaan theater, nama bekennya di zaman itu adalah Gedung Komedi (mungkin dulu sering diadakan pentas komedi); GKJ juga merupakan tempat bersejarah, tercatat Konggres Pemuda Pertama 1926 pernah dilaksanakan disini, juga pernah menjadi markas “Seniman Merdeka” yang anggotanya seniman kelas kakap seperti HB Jassin dan Rosihan Anwar, Soekarno juga dipilih Presiden oleh Komite Nasional Indonesia Pusat di Gedung ini. Mbak Lani, vokalis/pianis Frau juga mengutarakan rasa “wahhh”-nya bisa manggung di GKJ. Saya juga senang bisa nonton konser Frau di GKJ karena sebagai Gedung yang dibangun khusus untuk Theater, karena harusnya akustik-nya GKJ pas buat jenis musik yang dibawakan Frau. Continue reading “Frau – Konser Tentang Rasa: sebuah ulasan”

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 1.900 kali di 2015. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 32 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.